Sejarah Desa Jrahi

Sejarah Berdirinya Desa Jrahi

Dalam sejarahnya Desa Jrahi adalah sebagai berikut : pada masa penjajahan Belanda ada sekelompok masyarakat yang menyembunyikan diri disebuah hutan yang diketuai oleh seorang lurah, yaitu lurah Ajar. Mereka sembunyi sembunyi bersama istri, anak dan kerabatnya. Dihutan tersebut mereka mendirikan dua buah rumah besar, satu rumah untuk kaum laki-laki dan rumah satunya untuk kaum perempuan. Mereka sengaja berpisah antara laki-laki dan perempuan dengan tijuan supaya tidak berketurunan, karena memikirkan betapa susahnya hidup dalam penjajahan. Namun tujuannya untuk memutus garis keturunan tersebut tidak bisa dipertahankan. Akhirnya mereke hidup normal lagi seperti semula dengan membentuk keluarga masing-masing.

Seiring berjalannya waktu, karena sudah merasa nyaman maka mereka menetap dihutan tersebut, yang akhirnya membentuk sebuah desa. Karena persembunyiannya tersebut dipimpin oleh seorang Lurah maka daerahn yang mereka tempati tersebut diberi nama Nglurah (sekarang menjadi dukuh Nglorah).

Meskipun sudah merasa nyaman namun mereka merasa was-was kalau persembunyiannya diketahui oleh orang jahat. Maka dengan segala upaya mereka melakukan usaha. Antara lain mereka memesang sebuah jaring yang dilengkapi dengan kekuatan supranatural, yang diletakkan sebelum daerah persembunyiannya itu. Dengan tujuan supaya jika suatu saat ada orang yang memasuki wilayahnya dan memiliki niat jahat bisa ketahuan dan kehilangan kekuatannya. Dan ternyata usaha mereka terbukti, suatu ketika ada orang sakti yang berniat jahat memesuki wilayah mereka, namun karena mereka sudah memasang perangkap berupa jaring yang sudah diisi dengan kekuatan supranatural, sehingga orang jahat tersebut akhirnya diketahui niat jahatnya dan lunturlah kekuatan saktinya. Dalam bahasa jawa orang yang diketahui rahasia kejahatannya dan luntur kekuatannya disebut kejarah. Sehingga seiring berjalanya waktu daerah tempat orang jahat tertangkap tersebut diberi nama jarahi (sekarang jadi dukuh Jrahi). Dan tempat dimana diletakkan jaring itu sekarang disebut daerah Jaringan.

Karena lama kelamaan daerah yang banyak dihuni masyarakat adalah dukuh Jrahi maka dukuh tersebut dijadikan nama desa, yaitu desa JRAHI dan wilayah sekitarnya karena penghuninya sedikit maka hanya menjadi perdukuhan.